sebagaimana biasa aku rutin mengikuti pengobatan totok punggung untuk mengobati berbagai penyakit yg ku rasa selama ini, salah satunya syaraf terjepit di panggul dan leher…
sudah dua bulan rutin terapi di klinik terapi totok punggung Bekasi, berbagai pengalaman yang didapat hasil ngobrol ngobrol sesama pasien, berbagai macam penyakit yang mereka keluhkan..ada yg struk sekarang sudah bisa bawa motor sendiri, ada yang kabur dari RS karena tak mau by pass, tak sedikit juga yang sama sama menderita syaraf terjepit sepertiku.

Pengalaman hari ini sedikit unik…. pagi sekitar jam 08 lewat kami sudah berkumpul dsana menunggu terapisnya datang, dari belasan yang sudah datang, ada 10 orang yang berasal dari Sumatera Barat, dengan berbagai keluhan, ada yang sakit jantung plus syarat terjepit, ada yang kakinya sakit tapi belum diketahui penyebabnya, dan lainnya…
namun ada satu orang yang datang bukan untuk terapi, seorang wanita bernama ibu popi,katanya hanya datang mengantar ibu beliau karena kaki ibunya sakit. ibu popi sendiri sebelumnya sempat diterapi juga disana, Selasa (24 januari 2017) disaat beliau antri,sementara saya sedang diterapi, saat itulah saya melihat beliau pertama kali datang kesana sambil mencari cari alamat tempat terapi totok punggung yang dikelola ustaz Abdurrahman yang dulunya sempat jadi tim pengajar di sekolah milik DOmpek Duafa di Boogor, minggu lalu ibu bersama 5 orang teman beliau dengan yakin mau ambil posisi diterapi setelah saya..karena masih baru beliau belum tahu, ternyata sebelum beliau sudah ada yang antri lebih dulu, masih ada 2 orang lagi setelah saya. walaupun terapis disana ada beberapa orang dan sekali terapi bisa lansung 6 orang, namun tetap harus antri karena seringnya pasien rame yang datang..
singkat cerita..tadi saya ketemu kembali dengan ibu tersebut, karena selasa kemaren belum sempat tegur sapa, tadi kami sempat ngobrol ngobrol,karena sebelum beliau datang ada 2 orang ibu2 juga yang datang, yang juga berasal dari Sumatera Barat yang datang kesana beberapa saat setelah saya sampai, beliau datang sambil bertanya tempat terapi totok punggung, ternyata ibu ini teman sepengajian ibu popi yang datang kesana karena salah satu teman pengajian beliau sudah bisa duduk normal setelah sebelumnya tidak bisa duduk bersila atau duduk dilantai..karena kaki beliau sakit kecuali duduk sambil menjuntaikan kaki kebawah.
setelah saya selesai terapi ibu tadi memperkenalkan saya dengan ibu popi..yang ternyata secara kebetulan kami sudah sempat ketemu disana selasa kemaren, ” ini ibu popi yang saya ceritakan tadi bu”, kata beliau..kami saling senyum karena sebelumnya kami juga sudah ketemu, cuma yang menggelitik saya ingin bertanya lebih jauh adalah keluhan kami sama… salah satu penyakit yang saya rasa adalah syaraf terjepit di kaki/ panggul, beliau ini juga. Saya tanya keluhan beliau, beliau jawab..saya tidak mau terapi, saya sudah sembuh, saya hanya ngantar ibu saya…,kata beliau. saya tanya: “ibu sejak kapan sakitnya? November kemaren saya jatuh jawab beliau, dan saya sudah 2 kali terapi, alhamdulillah saya sudah sembuh.
saya tidak menyesali kenapa saya yang sudah 2 bulan terapi walaupun perubahan jauh lebih baik yang saya rasakan, dimana dulu, panggul dan pinggang saya selalu sakit, pegal, tanpa liat waktu, bangun tidur sekalipun, istilah saya sakitnya 24 jam, karena hanya disaat saya tertidur saja sakitnya tidak terasa, itupun jika saya tertidur nyenyak, kalau saya terbangun kaget, sakitnya akan tetap terasa, sedang saat ini sakitnya sudah jauh berkurang, sudah tidak sakit dan pegal seperti dulu, sudah mulai betah duduk dikursi dengan menjuntaikan kaki kebawah yang dulunya kaki selalu saya naikkan ke kursi disaat duduk di kursi. sekalipun saya sambil rapat, ngajar, ngantri di bank..pernah sekali saya di tegur satpan salah satu bank waktu saya masih di ternate, kaki diturunkan buk… waduh..pikir saya.. he he
sekarang sakit yang seperti ini sudah tidak saya rasakan, tapi memang kalau saya lelah, pegalnya akan sedikit terasa, dan sakit dipada sesekali yang terasa tertarik seperti kena sentrum masih terasa sesekali, tapi saya maklumi, ibu popi jatuhnya november 2016, skarang akhir januari 2017, artinya baru 3 bualan. sedangkan saya jatuh setinggi satu lantai, terduduk disetiap tangga sampai dilantai bawah(dapur) diasrama waktu saya dipesantern dulu( rumah zaman dulu yang tinggi dan dapurnya dbawah) tangganya tembok, lantai dapurnya juga tembok..berapa tembok tangga yang dilalui panggul saya sampai tembok terakhir yaitu tembok dapur, sampai dibawah, nafas saya tertahan saking sakitnya, namun karena rame ketawa teman teman ( waktu itu teman2 sudah siap2 mau sholay ashar berjamaah, sedang saya lagi heid, guru asrama minta saya menyapu lantai untuk tempat sholat, mereka membentang sajadah dan saya membuang sampahnya ke dapur) dsaat itulah saya jatuh, semua mendengar kedebuk bunyi saya sampai didapur, semua tertawa sayapun ikut tertawa… tak satupunyang saya kasi tahu kalau saya jatuh, saya diamkan saya, tidak diobati, tidak dipijat juga, karena kami tinggal diasrama tidak bisa keluar asrama seenaknya, tapi sebenarnya alasan utamanya bukan itu, karena klu minta izin sama guru untuk keluar berobat akan diizinkan, hanya saja duit saya sangat terbatas, jangankan untk berobat, untuk beli lauk yang akan saya makan saja duit kurang, hingga sakitnya saya diamkan saja.
setahun kemudian, sebelum berangkat kuliah ketanah mesir, saya ceritakan ke ibu saya, kalau saya pernah terjatuh panggul saya sakit, sakitnya semakin bertambah setelah satu tahun tersebut, ibu lansung membawa ke tukang pijit, ibu ibu yang mijit bilang, wah..ini sudah bengkak, harus beberapa kali lagi dipijit(diurut bahsa kampung saya).
masalahnya sebelum sempat dipijit beberapa kali, baru 2 kali, waktu keberangkatan saya ke mesir sudah tiba, saya harus segera berangkat bersama 8 orang lainnya rombingan kami waktu itu, 5 perempuan, 3 laki laki dan satu guru kami yang ikut mengantar.
sesampai dimesir sakit ini tidak pernah berkurang,sebaliknya semakin lama semakin bertambah, bahkan kepalapun sering sakit, setiap ujian saya mandi minyak cap kapak,yang saya titip belikan sama teman2 yang pulang ke Indonesia atau pergi ke mekah, karena harga di Mesir lebih mahal, walau obat obatan lainnya jauh lebih murah dimesir dbanding Indonesia..Minyak cap kampak tadi saya siramkan dikepala agar saya bisa belajar, kalau tidak, apapun yang saya baca tidak nyangkut dikepala, karena sakitnya, sementara ujian kami di Al Azhar lumayan berat, kalau saya bandingkan dengan kondisi saya kuliah s2 dan s3 di Indonesia, sistem hahalan yang hars kami pelajari di azhar elum ada apa apanya…sementara kondisi saya seperti ini, dan yang ada dikepala saya hanya satu(bagaimanapun kondisinya saya harus bisa selsesai, pulang ke indonesia setelah menyelesaikan s1, dan harus bisa dalam waktu yang tidak terlalu lama… karena kondisi keuangan saya, saya kuliah hanyalah dengan Izin Allah semata, orang tua tidak mampu, jangankan untuk ke mesir, saya sekolah di tawalib padang panjang saja gratis. karena kami tak mampu membayarnya, disamping nilai saya jadi pertimbangan pihak sekolah untuk memberikan jatah bantuan kepada saya. saya tak pernah lupa bersyukur untuk semua ini, karena ini jualah saya berniat saya harus bisa selesai kuliah di al Azhar, walaupun tak sedikit teman teman saya yang pulang sebelum tamat karena tak mampu menyelesaikan kuliah di Azhar.
sekarang…apakah saya harus mnyesali nasib saya..? yang sudah terapi selama 2 bulan lebih, tapi syaraf terjepitnya belum pulih total..? sementara ibu popi hanya 2 kali terapi? tidak, saya maklumi saja, ibu popi baru jatuh 3 bulan ini, sementara saya uratnya sudah kaku, terjepitnya terlalu dalam meminjam istilah beberapa terapis yang sudah menerapi saya selama ini.. he he, karena jatuhnya sudah 23 tahun yang silam, wajar kalu pemulihannya juga memakan waktu, disamping penyakit saya yang dterapi masih banyak teman temannya, ada miom yang sudah 15 cm, ada asma, ada syarat terjepit lagi dileher selain dipanggul, ada maag juga…msh ada bbrp keluhan saya yang lain, diborong kata terapisnya meledek saya.., ibu popi jatuhnya baru, saya sudah 23 tahun, penyakit yang dterapi saya banyak, sementara waktunya sama dengan yang lain, sangat wajar sekali klu kondisi saya berangsur2 pulihnya, beginipun saya sudah sangat bersyukur, karena kaki saya tidak sakit 24 jam lagi, hanya sesekali disaat lelah, walau saat ini belum bisa dipaksakan banyak beraktivitas, karena amsih dalam tahap pemulihan juga.
saya tak pernah menyesali nasib, penyakit dan apapun itu ujian yang menimpa, inilah hidup yang harus dijalani, mungkin dengan bertahapnya pumulihan saya ini, saya masih bisa meenungi berbagai nikmat Allah yang sudah saya terima, tak sedikit nikmat beliau yang sudah saya rasakan, jika saya langsung sembuh, inilah pembelajaran hidup yang harus saya lalui, sata tidak merasa iri kepada ibu popi yang hanya 2 kali terapi lansung sembuh.. saya tetap bersyukur karena kemajuan kesehatan yang saya rasakan jauh lebih baik dibanding sebelumnya..
sampai jumpa dikisah kisah terapi totok punggung lainnya.. banyak cerita setiap saya kesana yang ingin saya tuangkan, agar bisa saya ingat kelak, hingga saya selalu bersyukur, dan mudah2n juga ada pelajaran yang bisa diambil pelajaran bagi para pembaca.. sampai jumpa dikisah berikutnya
Oleh: Ilda Hayati, Lc., MA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (Riwayat Sahih Bukhari/Muslim)

Kira kira kenapa ya…hingga ada anjuran dalam Islam untuk memilih jenis olah raga ini? pasti dan yakin Islam bukanlah agama yg sembarangan mengajarkan dan memilihkan sesuatu untuk pemeluknya tanpa ada arti, hanya untuk kesia sia an belaka…ternyata menurut beberapa sumber memang banyak manfaatnya

Berikut beberapa manfaat menunggang kuda.

Manfaat fisik
Pada umumnya, berkuda melatih hampir semua otot-otot tubuh untuk bergerak, sehingga baik untuk kesehatan sistem peredaran darah (kardiovaskular). Menunggang kuda juga membantu meningkatkan keseimbangan dan koordinasi antara bagian-bagian tubuh, sehingga dapat melatih fungsi motorik penunggang. Continue reading →

Berdasar info dari kakak alumni satu pesantrenku Thawalib Padang Panjang, juga sealmamater di kampus Azhar al-Syarif Cairo Mesir, bahwa menunggang kuda merupakan salah satu cara buat terapi tulang punggung yang bermasalah, Continue reading →

Pembahasan qunut subuh yang dimaksud di sini adalah yang dilakukan secara terus-menerus, dengan doa yang khusus, seperti ( اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ )… dst.
Terjadi perbedaan pendapat para ulama dalam hal ini.
Sebagian ulama mazhab Syafi’i dan Maliki berpendapat disyariatkannya
qunut subuh. Sementara itu, ulama dari mazhab yang lain berpendapat bahwa qunut tersebut tidak disyariatkan. Continue reading →

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum membaca bismilllah setelah membaca doa istiftah dan ta’awudz. Secara umum, pembahasan mengenai masalah ini harus diawali dengan pembahasan apakah basmalah itu bagian dari Al Fatihah? Bagi ulama yang berpendapat ia bagian dari Al Fatihah, maka wajib membaca bismillah sebagaimana wajibnya membaca Al Fatihah yang merupakan rukun shalat. Lalu bagi ulama yang berpendapat ia bukan bagian dari Al Fatihah, mereka pun berbeda pendapat mengenai hukum membaca bismillah. Continue reading →

SHOLAT MENURUT EMPAT MAZHAB

I. Pengertian Sholat

Secara etimologi shalat berarti do’a
sedangkan menurut istilah Shalat adalah ibadah kepada Allah yang terdiri dari perkataan dengan perbuatan tertentu yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam . Continue reading →

Yang Membatalkan Wudhu
1. Segala sesuatu yang keluar dari dua jalan pembuangan (kencing, tinja, angin, madzi, atau wadi), kecuali mani yang mengharuskannya mandi. Continue reading →

Pengertian Wudhu’

Para fuqaha sependapat mengatakan, bahwa Wudhu’ adalah menyampaikan air keanggota tertentu dengan cara cara tertentu”,namun mereka berbeda pendapat tentang rukun Wudhu’. Continue reading →

Sekilas Tentang Mazhab Syi’ah, Zhahiriah, dan Khawarij

I. Mazhab Syiah
Mazhab syiah pada awalnya bukanlah sebagai mazhab dalam bidang hukum (fikih), tetapi sebagai kelompok pilitik yang berpendapat bahwa yang berhak menjadi khalifah setelah nabi wafat adalah Ali bin Abi Thalib, bukan Abu bakar, ‘Umar dan Usman
Continue reading →

1. Biografi Imam Ahmad ibn Hambal dan Latar Belakang Pendidikannya

Imam Ahmad ibn Hambal dilahirkan di Baghdad pada bulan Rabiul Awal tahun 164 H./780 M. Tempat kediaman ayah dan ibunya sebenarnya di kota Marwin, wilayah khurasan, tetapi dikala ia masih dalam kandungan, ibunya kebetulan pergi ke Baghdad dan di sana melahirkan kandungannya.
Continue reading →

next posts >>