Rukun dan Syarat Pernikahan

Rukun dan Syarat Nikah

Pengertian Rukun dan Syarat

Dalam syariat Islam, setiap perbuatan hukum harus memenuhi dua unsur, yaitu rukun dan syarat.

Rukun ialah unsur pokok (tiang) dalam setiap perbuatan hukum, atau bagian dari hakikat sesuatu, sedangkan Syarat ialah unsur pelengkap dalam setiap perbuatan hukum tersebut.

Apabila kedua unsur ini tidak terpenuhi, maka suatu perbuatan dianggap tidak sah menurut hukum, demikian pula pernikahan, bisa dikatakan sah apabila sudah terpenuhi rukun dan syaratnya.

Rukun Pernikahan

Terdapat perbedaan pendapat ulama dalam menetapkan rukun dan syarat pernikahan.

Menurut Abdurrahman al-Jaziri dalam bukunya Fiqh ‘Ala Madzahib Al-‘arba’ah menyebutkan yang termasuk rukun nikah adalah ijab dan qabul dimana tidak ada nikah tanpa keduanya. [Abdurrahman Al-Jaziri,j IV, 1990,16] .
Adapun menurut Malikiah sebagaimana dikutip oleh al-Jaziri, rukun nikah ada 5, yaitu : wali, mahar, calon suami-istri, dan sighat. Menurut Syafiiyyah rukun nikah juga lima, yaitu suami, istri, wali, dua orang saksi dan sighat, namun ada perbedaan mereka dalam menetapkan rukun tersebut, dimana menurut Syafi’iah diantara rukun nikah adalah 2 orang saksi, mahar tidak termasuk rukun nikah, sementara menurut Malikiah yang termasuk rukun nikah adalah mahar, sedangkan dua orang saksi bukanlah rukun pernikahan. Malikiyah tidak menetapkan saksi sebagai rukun, sedangkn syafi’i menjadikan 2 orang saksi menjadi rukun.                   [Abdurrahman Al-Jaziri,j IV, 1990,16-17]

Dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 14 menyatakan bahwa rukun nikah juga 5, yaitu:

(1) Calon suami

(2) Calon istri

(3) Wali nikah

(4) Dua saksi

(5) Ijab dan Qobul. [Abdurrahman, 1992,116-117].

Kompilasi Hukum Islam mengadopsi pendapat Syafi’iyah dalam hal rukun pernikahan ini. Pada pasal-pasal Kompilasi Hukum Islam selanjutnya dibahas ketentuan dari setiap rukun tersebut.
Demikian juga yang dikemukakan oleh Khalil Rahman sebagaimana dikutip oleh Ahmad Rofik [ Ahmad Rofik,1995, 71-71] dimana rukun nikah ada lima, calon istri, wali nikah, dan saksi nikah. Masing-masing rukun tersebut mempunyai syarat tersendiri.

Syarat Pernikahan

Syarat-syarat pernikahan mengikuti rukun pernikahan:
I.Rukun nikah pertama yaitu Suami.
Adapun syarat dari suami adalah:
1) Beragama Islam
2) Laki laki
3) Jelas orangnya
4) Tidak dipaksa (dapat memberikan persetujuan)
5) Tidak terdapat halangan pernikahan
II. Rukun Nikah Kedua adalah Calon istri

Adapun syaratnya adalah:
1) Beragama Islam
2) Perempuan.
3) Jelas orangnya
4) Dapat dimintai persetujuannya
5) Tidak terdapat halangan pernikahan

III. Rukun Ketiga adalah Wali nikah
Syarat Walinikah adalah sebagai berikut:
1) Laki laki
2) Dewasa
3) Mempunyai hak perwalian
4) Tidak terdapat halangan perwalian

IV.Rukun Nikah Ke-empat adalah Saksi Nikah
Syarat saksi nikah adalah:
1) Minimal dua orang
2) Hadir dalam ijab qabul
3) Dapat mengerti maksud akad
4) Islam
5) Dewasa

V. Rukun Nikah Kelima yaitu Ijab Qabul
Syarat yang harus terpenuhi dalam Ijab Qabul adalah sebagai berikut:
1) Adanya pernyataan menikahkan dari wali
2) Adanya pernyataan penerimaan dari suami
3) Memakai kata kata nikah, tazwij atau terjemahan dari kata nikah atau tazwij
4) Antara ijab dan qabul bersambungan
5) Antara ijab dan qabul jelas maksudnya
6) Orang yang terkait dengan ijab dan qabul tidak sedang dalam ihram haji/umrah.
7) Majlis ijab dan qabul harus dihadiri minmal empat orang, yaitu suami atau wakilnya, wali calon istri atau wakilnya, dan dua orang saksi.

Adapun penjelasan syarat dari masing masing rukun pernikahan tersebut diatas sebagai berikut: baca Persyaratan Calon Suami dan Istri

Comments are closed.