CERVICAL ROOT SYNDROME

 Saraf terjepit (CERVICAL ROOT SYNDROME)

Pernahkah Anda merasa sakit nyeri di pundak atau tangan, tetapi tidak menemukan pusat sakitnya?
Bisa jadi Anda menderita cervical root syndrome yaitu gangguan yang terjadi pada radiks plexus brachialis yang disebabkan oleh penjepitan saraf, HNP, atau spasme otot. Gangguan pada ujung saraf ini dapal menyebabkan sakit pada bagian tubuh lain, sepanjang saraf itu berada.

Cervical Root Syndrome atau syndroma akar saraf leher adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh iritasi atau penekanan akar saraf servikal oleh penonjolan discus invertebralis, gejalanya adalah nyeri leher yang menyebar ke bahu, lengan atas atau lengan bawah, parasthesia, dan kelemahan atau spasme otot.

crs1

Salah satu contoh penyakitnya adalah Syndrome radikulopati. Radikulopati berarti radiks posterior dan anterior yang dilanda proses patologik. Gangguan itu dapat setempat atau menyeluruh.

Pada daerah leher, banyak terdapat jaringan yang bisa merupakan sumber nyeri. Biasanya rasa nyeri berasal dari jaringan lunak atau ligament, akar saraf, faset artikular, kapsul, otot serta duramater. Nyeri bisa diakibatkan oleh proses degeneratif, infeksi/inflamasi, iritasi dan trauma. Selain itu perlu juga diperhatikan adanya nyeri alih dari organ atau jaringan lain yang merupakan distribusi dermatomal yang dipersarafi oleh saraf servikal.

Radiks anterior dan posterior bergabung menjadi satu berkas di foramen intervertebral dan disebut saraf spinal. Berkas serabut sensorik dari radiks posterior disebut dermatome. Pada permukaan thorax dan abdomen, dermatome itu selapis demi selapis sesuai dengan urutan radiks posterior pada segmen-segmen medulla spinalis C3-C4 dan T3-T12. Tetapi pada permukaan lengan dan tungkai, kawasan dermatome tumpang tindih oleh karena berkas saraf spinal tidak langsung menuju ekstremitas melainkan menyusun plexus dan fasikulus terkebih dahulu baru kemudian menuju lengan dan tungkai. Karena itulah penataan lamelar dermatome C5-T2 dan L2-S3 menjadi agak kabur.

Segala sesuatunya yang bisa merangsang serabut sensorik pada tingkat radiks dan foramen intervertebral dapat menyebabkan nyeri radikuler, yaitu nyeri yang berpangkal pada tulang belakang tingkat tertentu dan menjalar sepanjang kawasan dermatome radiks posterior yang bersangkutan. Osteofit, penonjolan tulang karena faktor congenital, nukleus pulposus atau serpihannya atau tumor dapat merangsang satu atau lebih radiks posterior.

Pada umumnya, sebagai permulaan hanya satu radiks saja yang mengalami iritasi terberat, kemudian yang kedua lainnya mengalami nasib yang sama karena adanya perbedaan derajat iritasi, selisih waktu dalam penekanan, penjepitan dan lain sebagainya. Maka nyeri radikuler akibat iritasi terhadap 3 radiks posterior ini dapat pula dirasakan oleh pasien sebagai nyeri neurogenik yang terdiri atas nyeri yang tajam, menjemukan dan paraestesia.

Nyeri yang timbul pada vertebra servikalis dirasakan didaerah leherdan belakang kepala sekalipun rasa nyeri ini bisa di proyeksikan ke daerah bahu, lengan atas, lengan bawab\h atau tangan. Rasa nyeri di picu/diperberat dengan gerakan/posisi leher tertentu dan akan disertai nyeri tekan serta keterbatasan gerakan leher

Apakah Faktor Penyebab saraf terjepit (cervical root syndrome) ??

• Adanya entrapment (penjepitan)
Kondisi ini misalnya berupa kerusakan pada susunan tulang atau bergesernya bantalan sendi (diskus) di daerah leher hingga menjepit saraf di sekitarnya.
• Kebiasaan postur yang buruk seperti menelepon dengan posisi leher menekuk atau menonton TV dengan kepala terfiksir pada satu arah.
• Spasme otot-otot leher karena kelelahan, stress, dll.

Bagaimana Nyeri yang Dirasakan akibat saraf terjepit (cervical root syndrome)  ??

Ciri khas saraf terjepit adalah rasa nyeri pada leher dan bahu yang tajam dan panas dan menyebar sepanjang perjalanan saraf brachialis yaitu ke lengan hingga ke telapak tangan. Pada kasus yang berat, biasanya pasien mengalami kesemutan di tangan dan gerakan refleksnya berkurang.

Bagaimana Cara Mencegah sarat terjepit (cervical root syndrome) ??

• Hindari menelepon dengan posisi leher menekuk. Anda bisa menggunakan headset untuk mengatasinya.
• Cari posisi tidur yang nyaman, terutama untuk leher.
• Bila menonton pertunjukkan atau pertandingan langsung maupun melalui layar lebar, pilih tempat duduk yang tepat sehingga Anda tidak harus menolehkan-nolehkan leher.
• Kurangi aktivitas yang membuat leher terfiksir pada satu arah dan membuat tegang otot-otot leher.
• Jika ada keluhan segera beri tindakan. Biasanya pasien datang jika kondisinya sudah parah atau mengalami gejala kelumpuhan lanjut hingga tidak dapat disembuhkan sepenuhnya lagi.

Bagaimana penanganan yang tepat ??

• Segera periksakan diri ke dokter ketika merasakan gejala awal.
• Menggunakan penahan tulang leher (cervical collar)
Tujuannya untuk membantu membatasi gerakan pada leher, sehingga bisa mengurangi rasa sakit.

• Menggunakan bantal khusus untuk leher (cervical pillow)
Bantal ini dirancang khusus, sesuai dengan struktur tulang leher manusia, untuk mengurangi rasa nyeri dan membantu pasien bisa tidur lebih nyenyak di malam hari. Bantal ini bisa dibeli di toko alat kesehatan ataupun terapis kesehatan.
• Renang dan pilates
Olahraga yang tepat bagi pasien radiculopati cervical atau saraf terjepit adalah berenang dan pilates. Kegiatan fisik ini dapat memperkuat otot punggung dan leher tanpa menimbulkan tekanan yang besar pada tubuh, sehingga meminimalkan risiko timbulnya nyeri.

• Terapi fisik (fisioterapi)
Fisioterapi merupakan cara yang paling sering disarankan oleh ahli medis untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan pada pasien saraf terjepit. Terapi ini dapat meningkatkan kemampuan tubuh dan membantu mengurangi rasa sakit, sehingga pasien dapat lebih leluasa menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bagaimana Fisioterapi Dapat Mmembantu ??

Fisioterapi merupakan cara yang paling sering disarankan oleh ahli . Penanganan yang dilakukan melalui :
• Traksi dan kompresi
• Mobilisasi saraf
• Blocking nyeri
• Memperbaiki sirkulasi
• Menurunkan spasme

 
sumber: cantik-pernik.blogspot.com, bimaariotejo.wordpress.com

 

Tinggalkan Balasan