Manfaat menunggang kuda

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (Riwayat Sahih Bukhari/Muslim)

Kira kira kenapa ya…hingga ada anjuran dalam Islam untuk memilih jenis olah raga ini? pasti dan yakin Islam bukanlah agama yg sembarangan mengajarkan dan memilihkan sesuatu untuk pemeluknya tanpa ada arti, hanya untuk kesia sia an belaka…ternyata menurut beberapa sumber memang banyak manfaatnya

Berikut beberapa manfaat menunggang kuda.

Manfaat fisik
Pada umumnya, berkuda melatih hampir semua otot-otot tubuh untuk bergerak, sehingga baik untuk kesehatan sistem peredaran darah (kardiovaskular). Menunggang kuda juga membantu meningkatkan keseimbangan dan koordinasi antara bagian-bagian tubuh, sehingga dapat melatih fungsi motorik penunggang.

Langkah-langkah kuda yang berirama membuat penunggang harus menyesuaikan posisi duduknya, sehingga otot panggul dan postural secara aktif akan bekerja, serta memperkuat tulang belakang. Pada kecepatan tinggi, otot paha depan dan otot paha belakang juga akan lebih aktif.

Selain itu, penunggang kuda yang berpengalaman akan lebih peka terhadap lingkungan, kewaspadaannya berkembang dan mampu memahami dan menangani situasi darurat dengan lebih baik.

Menurut Setyo Riyaldino (https://setyoriyaldino.wordpress.com/2013/12/16/ manfaat-berkuda-memanah-dan-berenang/#more-258) manfaat berkuda adalah sebagai berikut:

Bentuk lekuk tubuh belakang kuda (tempat yang diduduki), sangat baik untuk merawat segala masalah tulang belakang manusia. Saat pergerakan galloping yaitu saat kuda melompat dan berlari menyebabkan pergerakan vertebra tulang belakang kita yang bersentuhan antara satu sama lain dalam kondisi harmonis, dan merangsang saraf-saraf tulang belakang, seolah-olah diurut. Sedangkan pakar kesehatan pun tidak mampu membuat seperti gerakan alami tulang-tulang vertebra saat orang menunggang kuda.

Seluruh anggota yaitu tulang rangka, otot, organ viseral – termasuk sistem pencernaan, sistem saraf, sistem voluntary maupun involuntary, organ ampas, bahkan gesekan ke organ vital akan terangsang secara optimal untuk menjadi semakin sehat. Penunggang kuda yang hebat biasanya bebas dari mengalami sakit punggung. Selain itu, kuda juga mencerahkan mata sebab ada rangsangan terhadap saraf kranial saat gerakan ‘galloping’ kuda.

Manfaat untuk Mental atau psikologi
Selain memiliki manfaat dalam kesehatan, berkuda juga berpengaruh dalam kesehatan mental bagi penunggang.
• Menunggang kuda dapat mengurangi stres.
• Menumbuhkan rasa percaya diri dan percaya kepada pihak lain

Menurut majalah olah raga online Sportiplus, berkuda memiliki berbagai macam manfaat bagi mental penunggangnya.[1] Berkuda dapat:

1. Mengajarkan keberanian
Tingkat keberanian orang tentu berbeda dalam menghadapi kuda. Ada yang takut, biasa saja, ada yang sangat berani, dan ada juga yang antusias melihat tapi takut menungganginya. Kebiasaan yang terus dilatih dalam menghadapi kuda, memberikan dampak positif, yaitu tumbuhnya keberanian.

2. Mengajarkan kerja tim (team work)
Dalam berkuda, ada dua pihak yang saling bekerja sama untuk sama-sama bergerak menuju suatu tempat. Masing-masing pihak punya peran, saling mengisi, ada kompensasi yang mesti diberikan masing-masing pihak. Kerja tim, menyelaraskan gerak dengan pihak lain untuk mencapai tujuan, terbinanya pengertian, dan saling mengisi.
Dalam team work ada aturan yang harus ditaati. Keluar aturan, bisa merugikan diri sendiri dan pihak lain. Dalam berkuda ada aturan cara menunggangi yang jika tidak ditaati bisa mengakibatkan si penunggang jatuh.

3. Mengajarkan kepemimpinan (leadership)
Dalam berkuda, sang penunggang adalah pemimpin yang pegang kendali. Arah pergerakan dan kecepatan gerak kuda ada di bawah kendali penunggang. Meski begitu, tetap saja penunggang tak bisa semena-mena. Salah bertindak bisa berakibat fatal.
Dengan berkuda, kita juga dapat mengajarkan anak untuk jadi pemimpin yang tepat dalam bertindak, cerdas, dan tanggap menghadapi situasi dan kondisi. Pemimpin yang bijak, bukan yang sok bijak. Pemimpin yang pintar dan berani, bukan yang sok pintar dan sok berani.

4. Mengajarkan kesabaran
Adakalanya penunggang tidak nyaman dengan gerakan kuda atau kuda sulit dikendalikan. Dalam kondisi ini, sang penunggang tidak bisa memaksakan kehendaknya. Perlu kesabaran untuk tetap berjalan bersama kuda dalam mencapai tempat tujuan.
Sadar atau tidak, sesungguhnya kuda dapat merasakan emosi sang penunggangnya. Jika sang penunggang tetap tenang dan sabar, si kuda akan cepat tenang. Demikian juga sebaliknya.

5. Mengajarkan keterampilan untuk bergerak lebih efektif menuju tujuan
Dalam berkuda, penunggang bekerja sama dengan kuda untuk mencapai tempat tujuan dalam waktu relatif lebih cepat. Untuk mencapai tujuan secara lebih efektif, diperlukan keterampilan dan sikap mental positif.
Agar dapat bergerak sesuai keinginan penunggangnya, menunggang kuda memerlukan teknik khusus. Tak sekadar menarik kekang dan menghentakkan kaki ke tubuh kuda. Perlu juga proporsi yang tepat dalam memberikan stimulus kepada kuda, mengerti kondisi fisik dan psikis kuda.
Tak kalah penting, pahami pula cara-cara merawat kuda, dari makanan sampai kebersihan kuda. Semua itu perlu dipelajari agar performa kuda maksimal saat ditunggangi. Dengan begitu, aktivitas berkuda pun jadi lebih bermanfaat.

Manfaat Berkuda bagi Anak-anak
Bagi anak-anak berkuda memiliki manfaat penyembuhan berbagai masalah anak. Mulai dari masalah psikologis, mental, emosional, lemah fisik, kemampuan berbahasa dan berbicara, bahkan autisme. Menurut McCallum, terapis berkuda dari Sleepy Hollow Therapeutic Riding Centre dan South African Riding for the Disabled Association (Sarda), terapi berkuda memiliki tiga manfaat utama, yaitu olahraga, pendidikan dan pengobatan. Ketiga hal ini sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak-anak.
Berkuda bisa memotivasi anak yang memiliki masalah mental dan emosional, serta kendala dalam belajar. Kegiatan ini membantu mereka berkonsentrasi, sabar, dan disiplin tinggi. Aktivitas berkuda membutuhkan kerja sama antara kuda dan penunggangnya. Saat belajar berkuda, akan tercipta ikatan emosi anak dengan kuda yang dikendarainya. “Hubungan unik antara kuda dengan pengendaranya membantu mengatasi ketakutan. Justru akan tumbuh rasa saling percaya antara anak dengan kuda, hal inilah yang menjadi terapi emosi mereka,” ujar McCallum.
Untuk anak yang mengalami hambatan fisik, misalnya kaki lumpuh, berkuda adalah cara mereka menikmati kebebasan yang selama ini tidak bisa mereka dapatkan saat berada di atas kursi roda. Duduk di atas kuda juga akan melatih otot kaki mereka sehingga membantu untuk bisa berjalan. “Saat menunggang kuda, otot-otot pada selangkangan anak akan merasakan sensasi seperti saat berjalan kaki. Hal itu akan mengaktifkan otot-otot kaki sehingga pelan-pelan si anak akan bisa berjalan,” kata McCallum[2].
Kini di Indonesia, orang mulai memanfaatkan berkuda sebagai terapi untuk anak penyandang autisme. Menurut Billy Mamolo, seorang instruktur berkuda di Jawa barat, dia sudah membantu puluhan anak autis. Menurutnya, dengan menunggang kuda, anak autis dilatih konsentrasi, keseimbangan, perasaan, kepekaan, dan emosi karena berkuda memerlukan konsentrasi dan keseimbangan, dan perasaan kasih serta pengendalian emosi agar kuda mau menuruti perintah penunggangnya.[3]
Selain itu, terapi berkuda (Hippotherapy) juga membantu penyembuhan anak dengan gangguan neurologi, seperti cerebral palsy (CP). Kesimpulannya efek fisiologis dari gerakan mekanik yang sangat bervariasi saat berkuda membantu pergerakan panggul lebih baik, menstimulasi keseimbangan, fasilitasi kontrol postur yang dinamik sehingga meningkatkan fungsi motorik anak.[4]

________________________________________
[1] http://sportiplus.com/read/07/01/2012/5619/membangun_mental/
[2] http://life.viva.co.id/news/read/43182-terapi_berkuda_atasi_masalah_anak
[3] http://www.autis.info/index.php/artikel-makalah/artikel/259-terapi-berkuda-bagi-anak-autis
[4] Hasil penelitian bisa dilihat di http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1017/S0012162207000175.x/pdf

sumber: turanggakuda.blogspot.co.id/

Comments are closed.