Anjuran Berbuka Dengan Kurma

Oleh : Ilda hayati Lc, MA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan berbuka puasa dengan kurma, dalam Hadis rasulullah dari Anas bin Malik menjelaskan:

كَانَ رَسُو لُ اللِّهِ صَلَّى اللَّهً عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَا تٌ فَعَلَى
تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَم تَكُنْ حَسَا حَسَواتٍ مِنْ مَاءٍ

“Rasulullah Saw berbuka puasa dengan ruthab (kurma basah) sebelum salat, kalau tidak ada ruthab, maka beliau memakan tamr (kurma kering) dan kalau tidak ada tamr, maka beliau meminum air, seteguk demi seteguk,” (H.R. Abu Dawud (no. 2356), Ad-Daruquthni (no. 240) dan Al-Hakim (I/432 no. 1576)).
Dari Anas bin Malik ia berkata, “Rasulullah berbuka dengan rutab sebelum shalat, jika tidak terdapat rutab, maka beliau berbuka dengan tamr, jika tidak ada beliau meneguk air. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Istilah ruthab (رطب) sebenarnya bermakna kurma juga, namun berbeda dengan kurma yang sering kita lihat. Ruthab adalah kurma yang masih muda, segar, berair, dan tentu saja menyehatkan.begitu juga kalau berbuka dengannya. Sedangkan istilah tamr (تمر), itulah kurma yang sering kita temukan.

Selain hadits di atas, juga ada hadits lainnya :

إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ فَإِنَّهُ بَرَكَةٌ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ تَمْرًا فَالمَاءُ فَإِنَّهُ طَهُوْرٌ

Dari Salman bin Amir radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Bila kalian berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma, karena kurma itu barakah. Kalau tidak ada kurma, maka dengan air, karena air itu mensucikan. (HR. Abu Daud dan At-Tirmizy)
Cara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbuka puasa dengan kurma atau air, mengandung hikmah yang sangat mendalam sekali. Sebab, saat berpuasa, lambung kosong dari makanan

Di dalam al-Qur’an sendiri, kata yang bermakna kurma diulang-ulang sebanyak 20 kali. Hal ini menandakan bahwa kurma merupakan buah yang istimewa. Ada banyak fakta tentang keutamaan, khasiat dan manfaat berbuka dengan kurma tsb.

Banyak pakar yang telah menelitinya dari sisi kesehatan.
Liver (hati) akan lebih mudah menerimanya sehingga amat berguna bagi organ ini sekaligus juga dapat langsung diproses menjadi energi. Kalau tidak ada kurma basah, kurma kering pun baik, karena mempunyai kandungan unsur gula yang tinggi pula. Bila tidak ada juga, cukup beberapa teguk air untuk mendinginkan panasnya lambung akibat puasa sehingga dapat siap menerima makanan sesudah itu.
Kurma mengandung gula, lemak, protein, serat dan beberapa vitamin penting. Kandungan mineralnya juga sangat kaya, seperti minyak, kalsium, sulfur, besi, kalium, fosfor dan mangan.
Kurma adalah salah satu buah yang paling cepat diserap tubuh. 30 menit setelah mengkonsumsi kurma, badan yang lelah dan lemas akan kembali bugar dan fit.
lemas dan lelah itu lebih terkait dengan kadar gula yang rendah dalam darah. Dengan mengkonsumsi buah kurma yang cepat diserap tubuh, pasokan gula dalam darah akan cepat pulih.

Menyeimbangkan Tingkat Keasaman Darah. Kurma memiliki kandungan yang bermanfaat untuk menyeimbangkan tingkat keasaman darah yang cenderung mengalami peningkatan ketika saat berbuka puasa. Biasanya naiknya tingkat keasaman darah karena setelah mengonsumsi daging dan karbohidrat ketika makan untuk berbuka puasa. Untuk menghindari hal itu, sangat disarankan untuk memakan kurma terlebih dahulu sebelum menyantap menu buka puasa.
Mencegah Sembelit. Tidak jarang memang ketika puasa orang banyak yang mengalami masalah dalam pencernaan seperti sembelit. Namun dengan rutin mengonsumsi kurma ketika berbuka akan mengatasi dan mencegah sembelit. Hal itu dikarenakan di dalam kurma memiliki kandungan tinggi serat yang sangat efektif sekali dalam mengatasi masalah dalam pencernaan.
Rasa kenyang setelah makan buah kurma, akan mencegah seseorang untuk makan secara berlebihan. Bagi orang yang berpuasa, memakan makanan dalam jumlah berlebihan justru akan berdampak buruk pada sistem pencernaan.
• Ketika puasa tentu perut akan kosong, jika menyantap menu buka puasa yang berat seperti nasi dan lauk lainya akan mengganggu kondisi kesehatan pencernaan. Namun dengan mengawali berbuka puasa dengan buah kurma tidak akan membuat perut kaget, karena buah kurma sangat mudah untuk dicerna. Maka dengan begitu pencernaan tidak akan mengalami masalah selama menjalankan puasa satu bulan lamanya.

Melihat banyaknya manfaat kurma, termasuk berbuka dengan kurma ini, tentulah tidak sewajarnya jika kita masih memilih berbuka dengan sesuatu yang tidak dianjurkan Rasulullah, apalagi jika akan membahayakan bagi kesehatan. Ada yang salah dalam menafsirkan anjuran berbuka dengan kurma ini dengan anjuran berbuka dengan yang manis karena kurma jarang ada dinegeri selain Arab, tapi faktanya saat ini sudah tidak sulit lagi menemukan makanan ajaib penuh manfaat ini didaerah manapun sekalipun bukan di negeri Arab.
Semoga Bermanfaat

Comments are closed.